12/10/17

Budidaya Kecambah Sawit

Budidaya Kecambah Sawit



Pada prinsipnya, mudah saja untuk menanam kecambah sawit. Kita tinggal menyediakan kecambah tersebut lalu ditanamkan ke lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun agar hasilnya memuaskan, Anda perlu mempelajari langkah-langkah penanaman yang benar.

cara-menanam-kecambah-sawit.jpg

Kecambah merupakan cikal bakal tanaman kelapa sawit. Kecambah dibuat melalui proses pengecambahan buah kelapa sawit yang dilakukan sedemikian rupa seperti yang pernah kami bahas di sini. Tujuannya supaya buah sawit lebih siap untuk dibesarkan menjadi bibit kelapa sawit unggulan.

Di bawah ini langkah-langkah yang harus Anda perhatikan selama pekerjaan penanaman kecambah sawit berlangsung!

Langkah 1 : Persiapan Media Penanaman

Paling tidak seminggu sebelum kecambah sawit tiba di lokasi pembibitan, area tersebut harus sudah dipersiapkan. Bedengan untuk pembibitan dibuat dengan ukuran 1,2 x 8 m dan bagian dasarnya dibentuk lebih tinggi daripada permukaan. Setiap bedengan mampu menampung sekitar 1000 kecambah.

Selanjutnya bedengan-bedengan tadi diberi naungan yang berfungsi untuk menghalangi terik matahari langsung dan perusakan oleh curah hujan tinggi. Jangan lupa media pembibitan ini harus disiram setiap hari supaya tekstur di dalamnya tetap solid dan tidak terlalu padat. Jika ketinggian media tanam tersebut menyusut, disarankan untuk memperbaikinya lagi seperti semula.

Langkah 2 : Waktu Penanaman yang Ideal

Kecambah kelapa sawit yang sudah diterima sebaiknya lekas ditanam segera. Jika tidak dikhawatirkan ukuran plumula dan radikula-nya semakin bertambah panjang sehingga akan menyulitkan proses penanaman. Kecambah-kecambah yang kondisinya tidak normal, mati, kering, atau berjamur sebaiknya dimusnahkan karena kurang menguntungkan. Penanaman paling ideal dilakukan maksimal 5 hari sejak penerimaan kecambah tersebut.

Sebelum proses penanaman dimulai, disarankan pula untuk mencocokkan kembali identitas yang terlampir di kemasan dengan daftar persilangannya. Hal ini dimaksudkan guna mengidentifikasi kecambah tersebut benar-benar legal. Jangan sia-siakan uang Anda untuk berinvestasi memakai benih yang kualitasnya tidak pasti!

Langkah 3 : Pembagian Tim Menurut Tugasnya

Supaya jalannya penanaman benih kelapa sawit lebih efektif dan efisien, sebaiknya pekerjaan ini dilakukan secara beregu. Tim pertama bertugas mengisi kantong yang telah dibuka memakai fungisida. Tim kedua bertanggungjawab menyortir kecambah dan tim ketiga akan mencatatnya.

Tim keempat adalah tim pelangsir yang mendistribusikan kecambah ke tempat pembibitan. Sedangkan tim kelima bertugas untuk menanam kecambah sawit tersebut dengan prosedur yang benar. Oleh karena itu, orang-orang yang berada di tim kelima harus mempunyai keterampilan, keahlian, dan pengalaman sebab berpengaruh besar terhadap keberhasilan usaha ini.

Langkah 4 : Pelaksanaan Penanaman Kecambah Sawit

Mulailah dengan membuka kantong kemasan kecambah sawit secara hati-hati. Selanjutnya tanamkan kecambah tersebut dengan metode yang tepat. Bagian radikula (bakal akar) harus menghadap ke bawah, sementara bagian plumula (bakal tunas) wajib mengarah ke atas dan tertutup lapisan tanah. Ingat, jangan sekali-kali memadatkan tanah di atas kecambah karena bisa merusaknya.

Setelah proses penanaman kecambah telah rampung dikerjakan, siram area bedengan tersebut menggunakan air secukupnya. Sedangkan untuk mempermudah dalam mengawasi pertumbuhan kelapa sawit, pasang patok kayu yang memuat data tentang nomor registrasi, jenis bibit, varietas, jumlah bibit, dan tanggal penanaman.

Artikel Terkait